Tidak hanya di daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), BPOM kembali menggelar KIE dengan masyarakat di Desa Kecamatan Tano Tombangan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dengan mengenal produk obat dan makanan yang sehat serta mengetahui Komunikasi Informasi dan Edukasi.
Dikatakan Jufri Sibarani selalu perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan Sumut, untuk mengenal makanan dan selalu selektif dalam mengkonsumsi obat.
” Yang mana kita jangan membeli barang karena melihat orangnya, atau berbagai tawaran gratis karena barang yang kita beli belum tentu aman. Jadi kita harus membekali diri dengan pengetahuan,”ungkapnya di hadapan ratusan warga Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada kegiatan sosialisasi, bersama anggota DPR RI Komisi IX, Sihar P.H Sitorus, Kamis (12/6/2025).
Dipaparkan Jupri, untuk masing-masing produk memiliki lebel izin edarnya dari BPOM, seperti huruf DKL yang diikuti dengan 12 digit angka untuk obat kimia, BPOM TR yang diikuti 9 digit angka untuk obat tradisional, BPOM NA yang diikuti 11 digit angka untuk kosmetik, MD dan P-IRT yang diikuti 12 digit angka untuk pangan.
Selain itu, Pengawet dan pemanis boleh saja dipakai untuk pangan, akan tetapi harus sesuai batas yang ditentukan. Sementara untuk kosmetik yang perlu diwaspadai berupa penggunaan bahan berbahaya untuk kesehatan kulit dan badan. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membeli jamu dan kosmetik melalui one line.
“Dalam mengkonsumsi obat, jangan lakukan secara bersamaan antara obat tradisional dengan obat kimia dan membelinya ditempat yang resmi,”ujarnya.
Ia menambahkan, cara pakai, jumlah dosis, waktu mengkonsumsi dan lama pemakaian merupakan hal yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan. “Apapun upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mencegah kasus-kasus yng mungkin terjadi, kunci terakhirnya adalah ditangan konsumen,”tuturnya.
Dikesempatan itu, anggota Komisi IX DPR RI, Sihar P. H Sitorus mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan dengan tujuan untuk memberi edukasi kepada masyarakat. Sebab, makanan dan obat-obatan selalu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
“Dari penjelasan BPOM Sumut tadi, masyarakat harus lebih selektif dalam mempergunakan atau mengkonsumsi makanan dan obat-obatan.”ungkapnya.
Kepada masyarakat, Sihar juga berharap agar tidak membeli obat-obatan atau makanan karena melihat orang yang memakainya.”Jangan kita beli obat atau makanan karena hanya melihat yang memakai, tapi, harus selektif, sehingga tidak ada dampak buruk setelah dipakai,”tandasnya.(Jul Hadi Lubis/H.S.Pulungan)





