Bertema Rajut Ukhuwah Membangun Solidaritas, Budi Yuwono Lantik 32 Orang Pengurusan Kabinet Hijrah Hipermaksi Periode 2017-2019

Medan-(BN)-Bertempat di Hotel Garuda Citra, Minggu (25/3/2018) pagi, Asisten Pemerintahan dan Kesra setda kab Siak Budi Yuwono, melantik 32 orang pengurus kabinet Hijrah Himpunan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Siak (Hipermaksi)  Periode 2017-2019, di kota Medan. Pelantikan yang telah dipersiapkan sejak 5 (lima) bulan yang lalu itu mengambil tema rajut ukhuwah membangun solidaritas.

Terpilih sebagai ketua Umum Andri Kurniawan mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara jurusan Teknik Mesin semester VI, asal Kampung Maredan Timur kecamatan Tualang menggantikan Wahyu Dwiantoro. Sekretaris Dina Khairiyah, Badan Penggerak Organisasi Silvana Reza, dan Bendahara Fina Nur Pertiwi.

Usai melantik pengurus Hipermaksi tersebut Budi Yuwono berharap, anak-anak muda mengembangkan organisasi itu menjadi lebih baik, dan  bisa bermanfaat bagi orang lain. Sebagai mahasiswa harus kritis, rajin berorganisasi membangun komunikasi yang baik agar wawasan semakin bertambah.

“Isilah masa muda kalian ini dengan hal-hal yang positif, kembangkanlah organisasi ini sehingga bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain,” harap Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan masa depan negara ini umumnya dan kabupaten Siak khususnya adalah ditangan anak-anak muda. Oleh karena itu, jadilah pemuda yang unggul, tangguh dan memiliki tanggung jawab.

Ia pun mengingatkan para mahasiswa agar sebaik mungkin mempersiapkan diri untuk mengabdi kepada negara, mengingat generasi muda merupakan penerus bangsa.

Menurut Budi mengabdi kepada negara tidak hanya melalui menjadi pegawai negeri (ASN) saja, akan tetapi bisa dari profesi apa saja. Selain itu mahasiswa asal Siak ini harus mampu mengenalkan daerah asalnya ke teman-temannya atau ke dunia luar.

“Kalian bisa bantu pemda untuk mempromosikan Siak kepada teman-teman kalian disini ataupun  melalui media sosial yang kalian miliki,” ujarnya.

Sementara Ketua Hipermaksi yang baru dilantik Andri Kurniawan mengatakan, kegiatan pelantikan ini sebagai wadah untuk saling bersilaturahim, temu kangen dengan orang sekampung.

“Kegiatan yang pernah kami lakukan adalah mengumpulkan dana untuk bencana erupsi gunung Sinabung, buka bersama dengan anak yatim di panti asuhan dan bantuan beras 100 kg untuk Afrika dari anggota Hipermaksi. Dan membuat forum paguyuban wilayah Sumbagut untuk membuat pentas seni dan budaya,” ujarnya.

Sesi tanya jawab

Kebetulan hadir saat itu menemani Asisten I, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Lukman yang bersedia menjawab pertanyaan dari beberapa mahasiswa.

Salah seorang mahasiswa, Sisil Monalisa fakultas kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara asal kec. Tualang menanyakan adakah bantuan dari pemda terkait pendidikan lanjutan untuk dokter spesialis.

Ada tiga pertanyaan yang hampir sama dijawab langsung oleh Lukman. Menurut mantan Kepala BKPSDM Siak itu mulai menceritakan komitmen pemkab Siak terhadap pendidikan di negeri istana itu.

Begitu pentingnya sektor pendidikan ini, undang-undang mengamanatkan agar pemerintah daerah, wajib mengalokasikan minimal 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Kabupaten Siak telah mengalokasikan anggaran pendidikan lebih besar amanat undang-undang, yakni 27 persen,” ujarnya.

Terkait beasiswa, lanjut dia, tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi dari mahasiswa, seperti standar nilai dan administrasi. Sementara untuk program yang ditanyakan dari Sisil Monalisa memang belum ada, tapi bisa melalui program LPDP atau masuk secara pribadi dulu. Setelah belajar, nanti baru ada bantuan dari pemda dengan catatan mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Aturan nilai (pelajar dan mahasiswa yang berprestasi) dan masyarakat miskin yang dibantu melalui beasiswa tersebut, merupakan aturan dari  Kementerian Keuangan. Jadi tidak bisa ditawar-tawar  lagi,” kata Lukman.

Pada kesempatan itu Lukman memberikan nomor kontak WA-nya, kepada mahasiswa yang diruangan tersebut. Ia bersedia menjawab setiap pertanyaan dan kritikan dari anak-anak muda asal Siak tersebut.(Hms/Abb)

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas