LHOKSEUMAWE BN – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Republik Indonesia, membahas Cybersecurty Untuk keselamatan dan Keamanan Nuklir, berlangsung di Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe dalam acara konferensi persnya dengan sejumlah wartawan, Kamis 2 November 2017. Dimana kegiatan tersebut Sebelumnya juga diisi acara seminar dengan mengusung tema “Cybersecurity dan Big Data”. Yang dikuti ribuan mahasiswa di auditorium kampus setempat.
Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), RI Prof. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc., IPU menilai keberadaan teknologi informasi pengawasan tidak dapat dipisahkan dari fungsi BAPETEN. Potensi ancaman via jaringan komputer bahkan belum lama ini Indonesia pernah di hantui , ancaman tersebut jelas menyerang jaringan internal yang berdampak terhadap tidak berfungsinya sistem informasi.
“Karena ancaman berbasis teknologi informasi sangat marak saat ini, tentunya menjadi perhatian tersendiri bagi BAPETEN. Potensi ancaman pemanfaatan tenaga nuklir saat ini tidak hanya sebatas tindakan pencurian atau sabotase, tetapi adanya indikasi melalui jaringan komputer,”
Menurutnya, Badan Tenaga Atom International atau IAEA pun kerap membahas isu krusial ini pada sidang tahunannya, dimaksudkan agar segenap negara anggota jangan pernah menyepelekan masalah tersebut. Terutama bagi negara-negara yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
“Maka pentingnya kalangan perguruan tinggi untuk mengetahui hal ini, agar tercipta pemahaman sebuah aspek keselamatan dan keamanan nuklir di bidang teknologi informasi. Terlebih bagi perguruan tinggi Politeknik Negeri Lhokseumawe, ini sangat penting untuk diketahui menyangkut hal tersebut,” ungkap Prof. Jazi Eko Istiyanto.
Jazi Eko berharap kedepan bagi kalangan perguruan tinggi agar dapat menghasilkan aplikasi sistem keamanan nuklir, memberikan informasi tentang aplikasi sistem keamanan nuklir, sekaligus memberikan peluang untuk ikut serta dalam peyelesaian masalah keamanan nuklir saat ini. dan saat ini banyak pandangan negatif masyarakat terhadap penggunaan nuklir.Untuk itu, pihaknya menekankan penggunaan energi nuklir yang selamat dan aman serta melindungi pekerja, masyarakat dan lingkungan hidup,”ulasnya.(red)





