Aliansi Mahasiswa Tuntut Rektor Tuntaskan Berbagai Permasalahan di Unipa

MANOKWARI | Bongkarnews.com – Ratusan mahasiswa Universitas Papua Manokwari yang tergolong dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus Unipa kembali melakukan aksi unjuk rasa depan halaman kampus Universitas Papua (Unipa) Manokwari yang meminta rektor untuk segera menuntaskan segala permasalahan-permasalahan yang sedang terjadi di kampus Unipa.

Diantaranya masalah Akreditas kampus yang masi C, nasib dosen-dosen non PNS yang belum diangkat menjadi PNS serta masalah biaya SPP dan sistem drop out (DO) harus ditiadakan di kampus Unipa.

Mereka pun membawa spanduk yang bertulisan Unipa gudang masalah, diantaranya;
1. Rektor dan dekan-dekan fakultas segera mengurus akreditasi kampus dan fakultas
2. Dosen non PNS segerah diangkat menjadi PNS
3. Biaya SPP segera diturunkan karena orang tua kami berasal dari ekonomi lemah
4. Rektor segerah hentikan sistem dropout (DO) di kampus Unipa.

Dalam orasi yang disampaikan beberapa mahasiswa dari perwakilan setiap fakultas mendesak rektor untuk segera dapat menyelesaikan persoalan-persoalan dan fenomena yang sedang terjadi selama ini di dalam lingkup kampus. Mereka juga membaca surat pernyataan sikap kepedulian mereka terhadap kampus untuk rektor menanggapinya.

Menyikapi aksi mahasiswa tersebut, Yan Baiyo dosen jurusan Antropologi Unipa yang berstatus non PNS yang sudah mengabdi kurang lebih 8 tahun ini turut menyampaikan keprihatinanya dan nasib para dosen non PNS yang ada di kampus Unipa saat ini.

Menurutnya, sekitar 50 an lebih dosen non PNS ini perlu dilhat nasib mereka sehingga bisa memenuhi kuata dosen yang ada agar dapat membantu sistem akreditasi program studi dan fakultas.

Ia pun menambahkan masih banyak persoalan yang perlu dilihat oleh pimpinan universitas karena menurutnya jabatan rektor adalah setarah dengan jabatan gubernur maka selaku pimpinan harus punya kebijakan internal kampus untuk mengatasi masalah-masalah yang sedang terjadi sehingga itu bisa meningkatkan sistem akademik pendidikan di lembaga perguruan tinggi.

Rektor pun hadir langsung dan mendengarkan orasi yang disampaikan oleh para mahasiswa ini. Mereka (mahasiswa) pun membacakan Surat pernyataan dibacakan oleh koordinator aksi Arnold Alitopo sekaligus menyerahkan kepada rektor unipa Jacob Wanusawai yang didampingi oleh wakil rektor III Hendrik Arwan dan beberapa staf dosen yang hadir.

Menurut Alitopo dan kawan-kawannya dalam orasinya mengatakan tujuan mereka adalah karena peduli terhadap masa depan bangsa ini yang merupakan pendidikan adalah salah satu faktor utama dalam segalah aspek pembangunan maka pimpinan universitas perlu menyikapi dengan bijaksana untuk mengatasi semua persoalan ini. Hal didasarkan dengan UU otonomi khusus tahun 2001 yang mengatur tentang pendidikan di tanah papua maka itu rektor harus berpedoman pada aturan itu.

Setelah mendengarkan semua penyampaian orasi dan pembacaan surat pernyataan rektor langsung menerima surat tersebut untuk dan mengaku akan dievaluasi kembali. Rektor memberi apresiasi terhadap sikap dan aksi yang dilakukan para mahasiswa, karena menurut rektor Jacob, pertama aksi ini tidak mengganggu aktivitas lalulintas sehingga merepitkan pihak keamanan yang sedang mengawasi saat ini. Lanjut Jacob pernyataan ini akan menjadi bahan evaluasi dengan para dekan dan ketua program studi dan akan dibahas dalam rapat 2 hari kedepan setelah melaksanakan acara wisuda di tingkat universitas pada tanggal 31 November nanti. Ia menambahkan, dirinya akan mengundang juga para mahasiswa yang sebagai aktor dalam aksi ini untuk turut hadir langsung dan mendengarkan apa masalah yang selama terjadi di kampus Unipa dan sama-sama akan mencari solusi untuk menbenahi persoalan ini, Tutur Jacob dalam menanggapi semua aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

Sebelumnya gabungan mahasiswa ini melakukan pemalangan di semua pintu-pintu masuk kampus pada pukul 6.00 WIT sebelum aksi dimulai. Aksi orasi ini dimulai pada pada pukul 8.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT.

Agar semua mahasiswa wajib mengikuti aksi orasi. Mereka pun menghentikan seluruh aktivitas perkuliaan di kampus. Tidak ada aksi anarkis saat melakukan orasi dan dikawali oleh satuan polsek setempat dan backup oleh satuan polres manokwari. Setelah menyerahkan surat pernyataan kepada rektor, masa langsung bubarkan diri ke masing-masing tempat. (*7)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *