Wartawan ini Lehernya Dipiting Nyaris Sekarat, Ketika Meliput Berita

TAMIANG | Bongkarnews.com – Muhammad Irwan, salah seorang wartawan media online di Kabupaten Aceh Tamiang, mengaku dianiaya oknum polisi.
“Saya sangat kenal oknum yang memukuli saya, makanya saya akan laporkan kasus ini ke Propam Polda,” sebutnya sambil menahankan rasa sakit yang dialaminya.
Diceritakanya awal terjadinya kejadian yang dirinya, kejadian itu berawal pada hari Senin malam (28/5/2018) sekira pukul 22.00 wib, wartawan online Warta Bhayangkara, Muhammad Irwan (25 tahun) didampingi temannya Sulaiman (24 tahun) melakukan peliputan atas dugaan bisnis bahan bakar minyak ilegal yang diangkut menggunakan mobil pick up Chevrolet di Kuala Simpang.
Kemudian, tiba-tiba muncul seseorang yang mengaku oknum polisi (ZI) anggota Satlantas Polres Aceh Tamiang, membonceng seorang wanita, langsung mencegah Muhammad Irwan untuk melakukan pekerjaan jurnalis, dan menggiringnya ke Kantor Polsek Kuala Simpang, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Muhammad Irwan melanjutkan kisahnya, setiba di Polsek yang berjarak sekira 1 kilometer dari TKP, Oknum yang mengaku polisi tersebut berteriak ada oknum wartawan sudah jadi tersangka, dan mereka mencekik dengan cara memiting leher serta beberapa orang lainnya memegang tangan dan dibawa ke dalam polsek, memukuli dada dan bagian perut Muhammad Irwan.
Kemudian Muhammad Irwan dan Sulaiman diinterogasi secara terpisah oleh kelompok orang–orang yang mengaku Polisi tersebut. Tak hanya Irwan, rekannya Sulaiman pun mengaku mendapat perlakuan tidak pantas saat itu. Irwan juga mengaku, setelah dianiaya, sempat dibawa berkeliling dengan mobil patroli.
Atas peristiwa inilah, akhirnya Irwan terbaring opname di RSUD Aceh Tamiang, selama dua hari, bagian lehernya sakit dan sulit digerakkan, diduga akibat dipiting oknum Polisi, sedangkan bagian perut serta dadanya sakit akibat dipukuli di kantor Polsek. Demikian diceritakanya.
“Saya sangat bingung dengan situasi ini, ketika kami menjalankan fungsi sosial kontrol, ada oknum yang mengaku polis, melarang dan berbuat brutal kepada saya,“ ungkap Irwan kepada wartawan. 
“Saya akan serahkan perkara ini kepada kuasa hukum untuk membuat pengaduan dan keadilan hukum sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku,” ujar Muhammad Irwan.
Hingga berita ini diturunkan awak media belum mendapatkan keterangan resmi baik dari pihak pelaku maupun dari pihak kepolisian di Kabupaten Aceh Tamiang terkait dugaan penganiayaan tersebut.(r)

Pos terkait