Warga Pertanyakan Penempatan Pejabat Dinas Pendidikan Binjai

  • Whatsapp

Binjai BN

Sepuluh tahun kepemimpinan Ali Umri plus satu priode Idaham-Timbas (2010-2015), dinilai belum mampu mewujudkan ruh-ruh dunia pendidikan khsusunya dikalangan Sekolah Dasar. Terutama tentang sarana prasarana dan motivasi proses belajar mengajar yang berkaitan dengan penempatan Kepala Sekolah.

Bacaan Lainnya

Hal ini disebabkan kurang beraninya Pimpinan Dinas Pendidikan jajarannya untuk mengedepankan ide pengelolaan manajemen pendidikan yang kerab tergantung kepada suka atau tidak suka sang Pemimpin. Terlebih jika dilingkungan itu terdapat kroni atau keluarga sang Pemimpin, semua bungkam.

Hal ini dapat dilihat dari penetapan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai AH yang sejak penetapan tersebut kurang mendapat simpatik dari kalangan birokrasi Dinas Pendidikan karena pada umumnya, dikalangan pendidik baik guru maupun Kepala Sekolah cukup mengetahui latar belakang AH.

Track record AH yang cuma Guru Olahraga sekolah dasar, di era kepemimpinan Ali Umri diangkat sebagai kepala Sekolah (SD) kemudian pada priode ke II Ali Umri (2005-2010) diangkat sebagai Kepala SMU Negeri 5 Binjai kemudian Kepala kantor Pelayanan Terpadu Satu Atap setelah itu kembali menjadi guru.

Di era kepemimpinan Idaham-Timbas priode kedua (2016-2021), AH yang memiliki hubungan kerjasama yang bagus dengan oknum Kepala SMU Negeri 5 yang merupakan kakak kandung Walikota Binjai Idaham, dihadiahi jabatan Sekretaris Dinas Pendidikan.

Pasca pengunduran diri kepala Dinas Pendidikan Dwi Anang Wibowo yang kemudian digantikan oleh mantan pakar pendidikan Drs.H.Janu Atmadi (sekarang Kepala Badan Kesbang) sebagai Plt, dikalangan birokrasi Dinas Pendidikan dan kalangan pendidik menyambut hangat dengan kehadiran Janu sekalipun Plt.

Mujur tak dapat diraih, malang tak kuasa ditolak, kegembiraan guru atas kehadiran Janu hanya dalam hitungan Minggu dan tiba-tiba diganti dengan AH yang juga berstatus Plt. Keadaan ini tentu sangat mempengaruhi psikologis para pendidik maupun jajaran sruktural Dinas pendidikan.

Dengan adanya uji kopetensi pejabat eselon IIa yang akan disusul dengan proses kelayakan dalam lelang jabatan mendatang, para Kepala Sekolah dan Guru disemua Tingkatan yang ditemui, pada umumnya mengaku prihatin dengan kondisi kepemimpinan Dinas dan berharap agar Kepala Dinas definitif nantinya benar-banar sosok yang piawai dan mengerti dengan ruh-ruh pendidikan (uden).

 

Pos terkait