Tanggapi Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRA Dedi Safrizal Buka Kuala Bungkaih

  • Whatsapp

Aceh Utara, BN – Mendengar kabar Ribuan hektar tambak dan sawah masyarakat dua kecamatan di Aceh Utara, yaitu Kecamatan Dewantara dan Muara Batu kesulitan membuang air dikarenakan belum di bangun kuala Bungkaih sehingga air tidak bisa tembus mengalir ke laut.

Maka Setelah mendengar keluhan masyarakat, Dedi Safrizal yang di bantu oleh tim nya Ridwan Arif (Mafud Cm) segera bertindak untuk mengatasi masalah masyarakat tersebut dan turun ke lokasi untuk meninjau kondisi tambak warga.

Bacaan Lainnya

example banner

“Masyarakat mengadu kepada kami, setelah itu kami koordinasi dengan Pak Dedi, Alhamdulillah ia langsung menyambut positif dan segera mengintruksikan kami untuk mencari alat berat diturunkan ke tempat lokasi,”kata Ridwan.

Area Pembukaan kuala tersebut berjarak 150 M dengan kedalaman 3 meter dengan membutuhkan waktu hingga 3 hari, Namun pekerjaan tersebut bukan berdasarkan proyek tender pemerintah melainkan bantuan atas inisiatif pribadi Dedi Safrizal.

Sebelumnya, Ridwan melakukan koordinasi dengan aparat gampong setempat untuk permintaan membuka kuala yang telah lama di impikan masyarakat, hingga pada hari Selasa kemarin (23/08) menurunkan alat berat aitu beckcow dan masih bekerja sampai hari ini, Rabu 24 Agustus 2016

Geuchik Gampong Bungkaih Hasan Ismail mengatakan dengan bantuan pembukaan kuala untuk mengairi air tambak yang tergenang disaat hujan itu bisa membantu masyarakat untuk bertahan hidup yang sudah 3 tahun tambaknya tergenang air ketika hujan.

“Kami sangat terbantu, Kepada Dedi yang telah iklas membantu warga, kami juga tidak bisa membalasnya kecuali hanya dengan ucapan terima kasih,”tutur Hasan Ismail.

Sementara Dedi Safrizal, membenarkan jika tim nya telah menyampaikan aspirasi masyarakat terkait bengkanya air ditambak warga hingga kesulitan untuk proses pengeringan dikarenakan tidak ada pembuka arus pengairan ke laut.

“Benar, tim kami menyampaikan aspirasi masyarakat, dan saya meminta kepada mereka untuk menurunkan alat berat agar menggali pantai agar airnya mengalir tembus ke laut”tuturnya.

Dedi sendiri mengharapkan kepada Pemerintah Daerah terutama Gubernur Aceh untuk merespon aspirasi masyarakat tersebut untuk membangun Kuala Bungkaih dengan memasang batu, dan jika di gali dengan Beckhow pun tidak akan bertahan lama, dan pembangunan tersebut termasuk sangat dibutuhkan oleh masyarakat di dua kecamatan tersebut.

“Saya harap Gubernur Aceh merespon dan menganggarkan anggaran untuk pembangunan Kuala Bungkaih, karena mereka sangat membutuhkan untuk di fungsikan di sektor Pertaniaan dan Tambak, “Tutupnya, (Azhari)

Pos terkait