Proyek Dinas Pariwisata Kabupaten Pakpak Bharat T.A 2019 di Lokasi Wisata Air Terjun Lae Mbilulu Rusak dan Tak Terawat. FMPAK Pakpak Bharat : Segera akan kita laporkan seluruh kegiatan T.A 2019 pada dinas tersebut ke penegak hukum

  • Whatsapp

Pakpak Bharat | bongkarnews.com – Kondisi beberapa bangunan yang berada di lokasi wisata Air Terjun Lae Mbilulu Desa Prongil Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Bharat antara lain bangunan Mesjid, bangunan Gereja, jalan rabat beton, kamar mandi dan bak penampungan air yang dianggarkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pariwisata Tahun Anggaran 2019 dengan pagu global hampir satu miliar rupiah, diduga tidak berkualitas dan sarat korupsi.

Pasalnya, terlihat dari kedua bangunan rumah ibadah yang baru berumur satu tahun ini, telah mengalami kerusakan dan juga tidak terawat sama sekali. Dimana pada saat pembangunan diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau spesifikasi.

Bacaan Lainnya

Pantauan Tim Investigasi di lapangan, ada beberapa item permasalahan yang ditemukan dalam bangunan tersebut, antara lain :
1. ada atap kedua rumah ibadah sudah mengalami kebocoran, terlihat bercak pada bagian sudut dinding bangunan bagaikan karat.
2. Bahan material besi H dan baja ringan pada kedua rumah ibadah tersebut diduga tidak sesuai SNI.
3. Sebahagian pada tembok bangunan sudah terlihat mulai retak, ini disebabkan pada saat pekerjaan diduga ada pengurangan volume dalam campuran semen.
4. Performance cat yang digunakan pada permukaan dinding tipis dan mudah luntur dan ini disebabkan adanya pengurangan volume pada lapisan cat serta spesifikasi cat yang digunakan tidak sesuai dengan yang sudah direncanakan pada kontrak kerja.
5. Permukaan rabat beton dan jalan tangga juga terlihat sudah mengalami kerusakan. Hal ini diduga terjadi pengurangan volume pada bahan material spilit, semen dan juga tidak menggunakan besi sebagai pengikat sehingga jauh dari kualitas yang diharapkan.
6. Pondasi kamar mandi bangunan diduga menyalahi bestek serta pada dindingnya juga tidak rata pada saat pemelesteran diduga asal jadi.

Hasil investigasi di lapangan disimpulkan bahwa pada saat pelaksanaan pembangunan ini diduga adanya pembiaran terhadap pelaksanaan pekerja tanpa adanya pengawasan dari pihak terkait. Serta diduga ada konspirasi antara PPK, Konsultan Perencanaan, rekanan dan pihak pengawas, dimana bangunan tersebut terkesan asal jadi atau tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Aset dan Keuangan (FMPAK) Kabupaten Pakpak Bharat, Yusuf Manik SH mengatakan, “persoalan ini, dalam waktu dekat Tim akan segera melaporkan kasus ini kepada penegak hukum untuk segera diproses secepatnya, bahkan kemungkinan seluruh kegiatan T.A 2019 sesuai data yang telah kita dapatkan. Karena pada waktu pelaksanaan pembangunan kami menduga ada penyimpangan dalam melaksanakan pekerjaan proyek dimaksud”, ujar Manik.

Yusuf menambahkan, bahwa wisata Air Terjun Lae Mbilulu Pakpak Bharat adalah salah satu aset yang harus dipertahankan serta harus ditata rapi keindahannya terutama dari struktur budaya dan bangunannya agar dapat menarik wisatawan baik dari luar dan dalam daerah untuk meningkatkan PAD Pakpak Bharat nantinya.

Namun sangat disayangkan kualitas pembangunan di lokasi wisata tersebut jauh dari yang diharapkan, dimana bangunan tersebut terlihat tidak terawat sama sekali. “Seharusnya sudah ada petugas kebersihan untuk menata rumah ibadah tersebut, apa lagi itu rumah ibadah dimana para pengunjung ingin menggunakannya untuk Berdoa”, pungkasnya.

(BP.007)

Pos terkait