Perum Bulog Kembali Suplay Raskin Busuk ke Bireuen

  • Whatsapp

BIREUEN | BN – Beras bantuan subsidi pemerintah kepada masyarakat miskin (Raskin) yang mulai disalurkan mulai Senin lalu dikabarkan dalamkondisi berbau apek dan sangat tidak layak dikonsumsi oleh manusia.

Keterangan yang dihimpun Bongkar News melalui Ketua Tuha Peuet Desa Kuta Baro Kecamatan Kuala Mansur Adam  menyebutkan, warga desanya Selasa 13 Desember 2016 sepakat mengembalikan beras bantuan (Raskin) yang disalurkan Perum Bulog tersebut kepada sekitar 60 KK warga miskin, melalui kantor camat setempat.

Bacaan Lainnya

Camat Kecamatan Kuala, Bireuen Drs Zamzami ditemui media ini pada hari yang sama di seputaran Kota Bireuen mengakui jika beras raskin jatah warga Kuta Baro sudah dikambalikan warga ke kantor camat.

“Kami akan menyampaikan keluhan warga Kuta Baro, dan meminta Perum Bulog untuk mengganti beras jatah mereka dengan beras lain yang jelas dan layak konsumsi,’ tutur  Zamzami.

Camat Kuala juga mengaku dalam Kecamatan Kuala yang terdiri 20 desa, cuma warga Kuta Baro yang keberatan dan mengembalikannya, sementara jatah warga desa lainnya barangkali sudah duluan dikonsumsi atau memang  pasrah menerima dalam kondisi apa adanya.

Keterangan yang sama diutarakan Salahuddin warga Desa Rheum Baroh Kecamatan simpang Mamplam. Diakui Sahuddin beras Raskin yang mulai disuplay minggu lalu ke desa-desa dalam kabupaten Bireuen kondisinya sangat tidak segar dan tidak layak dikatagorikan makanan manusia.

‘Selain sudah berbau apek dan busuk, bentuk bijinya sudah patah-patah dan terkesan beras yang sudah lama digudangkan,” ungkap Salahuddin.

Meskipun demikian faktanya, terkadang warga merasa enggan melaporkan hal tersebut kepada camat setempat, khawatirnya akan menimbulkan salah persepsi atau dianggap manja oleh pihak pejabat kecamatan dengan adanya bantuan pemerintah tersebut.

Terkait dengan mutu beras Raskin bantuan pemerintah bagi warga miskin yang disuplay PerumBulog pernah membuat Bupati Bireuen, Ruslan M Daud marah besar pertengahan 2015 lalu, pasalnya beras yang sampai ke masyarakat dalam kondisi busuk dan berbau yang tentu saja sangat tidak layak dikonsumsi.

“Saya mengecam tindakan kejahatan yang dilakukan Perum Bulog Aceh karena menyalurkan beras busuk kepada masyarakat,” ujar Ruslan  saat merayakan sahur bersama wartawan dan LSM di Meuligoe Bupati saat itu.

Kepala bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setdakab Bireuen Dailami, S,Hut menjawab Bongkar News via Sorth Massege (SMS) nomor Hp nya Selasa 13 Desember 2016 mengaku pihaknya belum mengetahui karena belum menerima laporan tentang perkembangan itu.

Oh ya,.dikacamatan mana..? Kami belum menerima informasi tnya. Biar saya cek dan melakukn koordinasi dengan pihak Bulog,” demikian tulis Dailami via SMS nya. (Roesmady):-):-)

Pos terkait