Jelang Keputusan Hukum H Saifan, Muklish Takabeya Peduli Lingkungan

  • Whatsapp

BIREUEN | BN-Bosan menunggu kepedulian dan penanganan pemerintah daerah, pengusaha sukses H Mukhlis Amd ambil alih menurunkan alat berat berupa Backhoe melakukan normalisasi secara pribadi tanpa bayaran. Sejarak sekitar 400 meter saluran induk pinggiran jalan Negara kawasan Desa Meunasah Blang, Kota Juang Kabupaten Bireuen dikeruk hingga berfungsi mengairi, Jum’at 18 Nov 2016.

Menurut keterangan yang diperoleh dari warga Desa bersangkutan, sumbat dan tidak berfungsinya saluran utama lintasan jalan Negara Banda Aceh – Medan tersebut merupakan penyebab dasar Desa Meunasah Blang terendam jika musim hujan tiba.

Bacaan Lainnya

Kepedulian kontraktor sukses melakukan pengerukan tanpa bayar, sangat membantu warga dari kejadian banjir luapan terutama pada iklim musim hujan, sebagaimana yang dialami masyarakat Desa Meunasah Blang selama ini,” ujar Ariandi (32) kepada Bongkar News dilokasi pengerukan.

Diakui pemuda cerdas dan peduli yang saat itu turut serta dilokasi bersama rekan sedesanya Suryadi, tidak sia-sia keberadaan kantor serta gudang alat berat milik pengusaha muda PT Takabeya Grup desanya. “Warga sangat merasakan kepedulian beliau selama ini dalam beragam bentuk,” ungkapnya.

Ariandi juga menyatakan, aksi sosial H Mukhlis terhadap nasib warga lingkungan perkantorannya sudah sering dilaksanakan. Sikap tersebut Tidak ada kaitannya dengan tujuan mencari perhatian atau dukungan warga terhadap Abang Kandungnya H Saifannur Yang sebagaimana diketahui merupakan salah satu Balonbup Bireuen dalam Pilkada mendatang.

“Jauh sebelumnya, malah sebelum musim perseteruan partai-partai menuju pilkada, pengusaha muda Boss Takabeya Grup itu sudah peka memperhatikan keluhan dan dampak lingkungan,” demikian aku Ariandi dengan intonasi serius.

Seperti halnya yang dilakukan belum lama ini, dua unit alat berat ukuran sedang jenis Backho milik pribadi H Saifannur dan Toke Mukhlis juga memenuhi harapan warga profesi nelayan untuk menangani pengerukan normalisasi kondisi kuala di Kecamatan Jangka, telah ditanganinya dengan penuh keikhlasan tanpa mengharap pamrih.

Sementara menyangkut masalah kesimpulan hukum yang sedang ditempuh Pengusaha ternama H Saifannur menyangkut penolakannya atas lanjutan kesimpulan KIP Aceh yang menyimpulkan dirinya mengindap penyakit yang tidak layak untuk menjadi seorang kepala daerah H.

Saifannur dan pasangannya kini masih dalam proses menunggu hasil gugatan yang didaftarkan ke PTTUN Medan, Selasa (8/11), setelah Panwaslih Bireuen memutuskan penolakan seluruh permohonannya.

Proses mencari keadilan yang dilakukan H Saifannur hingga ke PTTUN Medan, dilakukannya dengan bantuan pengacara dari kantor Ihza & Ihza Law Firm yang diketuai sosok pengacara ternama Yusril Ihza Mahendra.(Roesmady)

Pos terkait