DPC PPP Bondowoso Ada Dua Kubu

  • Whatsapp

BONDOWOSO, BN – Pasca kubu Romahurmuziy (Romy) melakukan Muscab, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso, kali ini giliran kubu Djan Farid melakukan muscab di Hotel Ijen View, Sabtu (29/10).

Hadir dalam muscab tersebut, KH Masjkur Hasjim, bersama sejumlah pengurus DPW PPP Jawa Timur lainnya. Muscab PPP Versi Djan Farid memilih ketua dan sekretaris. Yang terpilih menjadi ketua, Musta’in Ramli dan Sekretarisnya, Sufyan Sauri.

Bacaan Lainnya

Ketua DPW PPP Jatim kubu Djan faridz KH Masjkur Hasjim mengatakan, muscab PPP ini menindaklanjuti hasil silaturahim nasional (silatnas) dan proses hukum yang sudah inkracht dengan kepengurusan partai berlambang Kabah yang sah di bawah kepemimpinan Djan Faridz.

“Sesuai keputusan Mahkamah Agung, yang berhak memimpin PPP, adalah Djan Faridz, meski Romy mendapat pengakuan dari Pemerintah, secara hukum dia tidak sah. Sedangkan DPC Kabupaten Bondowoso yang sah adalah hasil Muscab yang dilaksanakan di hotel ijen view ini,” klaimnya.

Sementara itu, dua orang Ketua DPC PPP Kabupaten kubu Djan Faridz dan kubu Romy, (Musta’in Ramli dan Buchori Mun’im) hingga saat ini belum bisa memberikan pernyataan, terkait adanya muscab DPC PPP Ijen View. Keduanya melakukan aksi tutup mulut.

Di sisi lain, Kepala Bakesbang Linmas Kabupaten Bondowoso, Abdul Mannan, mangaku tidak mau ambil pusing adanya dua kubu DPC PPP. Ia mengatakan, pemerintah tetap berpedoman kepada Surat Keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM.

“Saat ini, yang kami akui tetap kubu Romy, karena SK-nya sudah jelas, sedangkan kubu Djan Faridz, tidak surat, walaupun sudah melakukan muscab,” ujarnya Abdul Mannan.

Terkait bantuan dana partai politik (Parpol), sambung Abdul Mannan, pihaknya tetap kepada SK, dan sejauh ini parpol yang dapat dana bantuan dari pemerintah, adalah yang punya SK dari Kementerian Hukum dan HAM.

“Kalau Bakesbang Linmas, dasar untuk mencairkan dana bantuan parpol itu adalah SK, sementara ini yang punya SK adalah Romy,” pungkasnya. (TK)

Pos terkait