BBM Langka di Tebing Tinggi, LSM STRATEGI Minta APH Awasi Penjualan BBM di SPBU

  • Whatsapp

Tebing Tinggi I bongkarnews.com-Kelangkaan Bahan Bakar Minyak ( BBM) jenis Pertalite, Premium dan Solar di Kota Tebing Tinggi menimbulkan kecemasan pada masyarakat. Warga terpaksa membeli BBM eceran.

Bacaan Lainnya

Kelangkaan BBM ini sudah berlangsung 1 minggu ini. Untuk kendaraan pribadi saja, terpaksa membeli BBM eceran di tepi jalan karena setiap hendak mengisi BBM, harus antri hingga berjam disebabkan banyaknya penjual BBM yang datang membawa jiregen.

Pantauan awak media di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) yang ada di seputar Kota Tebing Tinggi, tampak SPBU di Jalan Iman Bonjol tutup sejak semalam sore hingga saat ini.

Sementara di SPBU Simpang Rambung, Rabu (13/10/2021), tampak ratusan pengendara sepeda motor, becak bermotor dan mobil antri untuk dapat mengisi bahan bakar pertalite, sedangkan untuk bahan bakar pertamax dan solar tampak masih kosong

Saat dichek penyebab antri yang panjang ini, diketahui ternyata petugas SPBU sedang asyik mengisi beberapa jiregen yang ada di becak bermotor yang diduga akan dijual lagi. Bahkan saat ditanyakan kepada petugas BBM, mengapa mengutamakan pengisian jiregen, dengan mudahnya petugas menyebutkan, terserah kami lah pak.

“Mau kemana pun bapak beritakan dan naikkan, kami tidak takut,” sebutnya.

Salah seorang warga Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Rustam Effendy, mengemukakan kelangkaan BBM ini diduga masih juga dimanfaatkan oleh petugas SPBU dan pimpinannya, sehingga dalam satu minggu ini setiap kali ingin bekerja membawa kendaraan pick up nya untuk angkat barang material terpaksa harus mengisi di pinggir jalan.

“Setiap kali hendak mengisi BBM di SPBU, selalu kehabisan bang. Ikut antri tidak sanggup karena harus menunggu berjam-jam akibat petugas SPBU mengutamakan pengecer BBM,” tandasnya.

Menanggapi kelangkaan BBM di Kota Tebing Tinggi, Ketua LSM STRATEGI Kota Tebing Tinggi, Ridwan Siahaan menyatakan sangat menyesalkan atas perbuatan yang dilakukan oleh petugas SPBU tersebut.

“Seharusnya petugas SPBU mengutamakan pelayanan bagi masyarakat langsung pengguna BBM, bukan bagi penjual atau pengecer BBM,” tegasnya.

Ridwan juga meminta agar petugas Aparat Penegak Hukum (APH) turun langsung mengawasi penjualan barang langka ini di sejumlah SPBU di Kota Tebing Tinggi serta mengambil tindakan tegas bagi setiap SPBU yang masih memanfaatkan kelangkaan BBM ini.

Selain membuat antri yang panjang, kerumunan masyarakat ini akan dapat menimbulkan kluster baru COVID-19 karena saat ini masih dalam masa pandemi walaupun PPKM saat ini di tingkat level satu.

“Jangan hanya karena mencari keuntungan untuk mendapatkan uang tips atau uang tambahan dari penjual BBM, sehingga BBM yang seyogianya diperuntukan bagi masyarakat dijual seenaknya saja kepada penjual atau pengecer BBM,” kesalnya. (RS)

Pos terkait