Banjir Landa Kota Tebing Tinggi, Dinas PUPR Bendung Pintu Air Dengan Goni Berisi Pasir

Tebing Tinggi I bongkarnews.com-Tingginya curah hujan di hulu mengakibatkan debit air Sungai semaikin naik. Seperti informasi yang sebelumnya disampaikan oleh petugas Polsek Sipispis Polres Tebing Tinggi, Kamis (10/2/2022) pukul 11.40 WIB bahwa debit air di Sungai tepatnya di lokasi Objek Wisata Batu Nongol mengalami kenaikan debit air hingga 1 meter.

Akibat air kiriman dari hulu membuat debit air yang melintasi sungai Padang tidak tertampung dan meluap ke pemukiman warga yang ada di bantaran Sungai Padang.

Bacaan Lainnya

Seperti yang terjadi di pemukiman warga di Lk 7 Kelurahan Badak Bejuang Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi, hingga Kamis malam sekitar jam 19.00 WIB, pemukiman warga masih terendam air.

Untuk mengantisipasi tingginya debit air yang masuk ke pemukiman warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tebing Tinggi melakukan penutupan pintu air dengan cara memasukan pasir kedalam karung beras.

Pantauan awak media di lokasi pemukiman warga yang terendam air, terlihat air cukup deras memasuki pemukiman warga melalui pintu air yang sudah terpasang di dilintasan parit pembuangan air selokan dari pemukiman warga.

Kepada awak media, salah satu pekerja, Sutrisno yang bertugas sebagai mandor lapangan, menyebutkan kami bukan dari BPBD bang, kami dari Dinas PUPR Tebing Tinggi.

,”Penutupan pintu air dengan goni berisi pasir ini hanya untuk menghambat air masuk bang, jadi kami tutup dengan karung yang sudah diisi pasir. Kalau nanti air surut, maka air akan keluar dari pintu air sebelah sana bang, sekitar seratus meter dari sini,” sebut Sutrisno..

Sementara saat kegiatan penutupan pintu air dengan goni ini ditanyakan awak media kepada sepasang suami istri yang kebetulan berada di lokasi juga warga sekitar lokasi, mengatakan percuma saja pintu airnya ditutup bang, sebab air sudah tinggi.

“Bila ada rencana Dinas PUPR untuo melakukan penutupan pintu air, kenapa tidak dari tadi sore sebelum air naik,” kesalnya

Anehnya, lanjut warga, padaha sudah ada tembok penahan banjir yang dibangun dengan biaya ratusan juta, tetapi tetap saja pemukiman kami dilanda banjir juga.

Hingga saat inipun, tenda dari BPBD saja pun belum juga terpasang. Kalau air semakin naik, kemana kami mau mengungsi,” ungkap istrinya menimpali.(RST)

Pos terkait