BAMUSI Sumut Ajak Para Khatib dan Muballigh Ciptakan Dakwah Rahmatan Lil’alamin

MEDAN | bongkarnews.com – Komitmen menjaga kedaulatan negara persatuan dan kesatuan NKRI merupakan salah satu dibentuknya Baitul Muslimin Indonesia. BAMUSI wadah dakwah muslim nasionalis yang berada ditengah kehidupan berbangsa dan beragama di Nusantara tercinta setia kepada Pancasila, UUN RI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Sekjend BAMUSI Sumut Ismail mengajak seluruh pemuka agama Islam, khatib, ustadz/ustadzah, mubaligh dan muballigah di Sumatera Utara bergandeng tangan menolak ujaran kebencian, hoax, stereotip dan bullying kepada sesama anak bangsa di Nusantara ini, jangan ada SARA, jangan Rasis di atas mimbar, jangan jadikan kegiatan ibadah sebagai ajang caci maki, seperti masa khwarij dalam sejarah peradaban Islam, berikan mauizhatul hasanah bagi masyarakat, ungkapnya bila kita mau hidup harmonis di Indonesia tercinta ini.
Ust Agus Rizal salah seorang muballigh Sumatera Utara membenarkan bahwa fasilitas ibadah seperti khatib jumat harus digunakan untuk memupuk rasa cinta tanah air, nasionalisme, merawat keberagaman ditengah pluralitas agama dan budaya. Perbedaan adalah sunnatullah yang harus menjadi rahmat.
Rasulullah Saw bersabda: ” Perbedaan ditengah kehidupan ummatku adalah merupakan bentuk rahmat ( kasih sayang)”, yang harus dirawat. (Al Hadits).
Keberadaan masjid dan mushalla dalam hal ini BKM sebagai fasilitator bagi para mubaligh dan khatib harus mengingatkan hal ini kepada para penceramah.

Dialog virtual yang dilaksanakan kedua tokoh Bamusi Sumut ini upaya mencari solusi ditengah problematika kebangsaan yang seakan tak pernah surut.
Menanggapi hali ini Muballigh kondang alumni Fakultas Dakwah UIN SU dan jebokan pesantren Al Musthafawiyah KH.Syarifuddin Pasaribu, MA, menegaskan kegiatan dakwah Bamusi Sumut harus kontinyu, berkelanjutan jangan hanya di Ramadhan, harus disadari bahwa para pengujar kebencian yang menanamkan radikalisme berpikir kepada masyarakat Nusantara senantiasa bergerak, bergerombol memberikan statement pecah belah seperti kasus Dedy Muliadi yang ternyata semua alumni HTI dan berafiliasi kepada ormas anti NKRI.
Para dai dan muballigah banyak yang bergerak mengkampanyekan moderasi beragama, toleran dan anti rasisme, namun tidak cukup panggung dan fasilitas, dalam hal ini Bamusi Sumut sebagai sayap dan seaspirasi dengan PDI Perjuangan khususnya sumut sangat mengharap kolaborasi kegiatan dengan pimpinan dan anggota legislatif serta pemangku kepentingan yang sedang menjabat dapat akomodatif.

Bacaan Lainnya

(Hark)

Pos terkait