Polda Sumut Diminta Tangka Pelaku Penambangan Galian C Ilegal di Langkat

LANGKAT | BN – Terkait dengan marak nya bisnis penambangan galian C yang berada di Kecamatan Sei Bingai yang selama ini tidak tersentuh oleh pihak Mapolres Binjai, masyarakat menilai kalau Kapolres Binjai AKBP M Redra Salipu, SH.MSI mandul untuk menegakan supermasi Hukum dan meminta pihak Polda Sumatra Utara (Polda-Su) untuk turun tangan menagkap para mafia dan penambangan yang tidak mengantongi perjinan.

Padahal dalam keterangan Asmawati,S.Sos selaku Camat di Kecamatan Sei Bingai kepada BN ketika dikonfirmasi sepekan lalu mengakui kalau seluruh pemilik ataupun pengelolah usaha penambangan galian C yang berada di Kecamatan Sei Bingai, Kab Langkat secara resmi tidak mengantongi perijinan.

Muat Lebih

“Memang sebelum nya ada 3 lokasi penambangan galian C  yang sudah mengantongi ijin, namun sudah mati, namun demikian mereka hingga sampai saat ini masih saja tetap beroprasi, Ungkap Asmawati,S.Sos.

Dijelaskan nya lagi ,”memang para pelaku penambangan galian C di Kec Sei Bingai ini ada mengurus rekomundasi dari Kecamatan, artinya itu bukan lah suatu perijinan, Rekom tersebut untuk meneruskan perijinan ke tingkat II Kab Langkat hingga ke Tingkat I Sumut.

Namun mereka para pelaku usaha galian C tetap melakukan aktifitas nya, dan Kita juga sudah mendapat surat dari DPRD Kab Langkat untuk dimintai pendataan keberadaan galian C yang berada di Kab Langkat, dan secepat nya akan kita sampaikan, Ujar Asmawati.

Data dan informasi yang diperoleh BN dilapangan, kalau adanya sejumlah lokasi galian C yang terduga kuat tidak memilik perijinan yang jelas diantaranya diantaranya milik  SBR yang berada di hulu bendungan irigasi Baja mas (pantai pangkal-red) Dusun Blinteng,  dan ada juga disebut-sebut Oknum Polri berinisial GT yang menguasai lokasi tambang Galian ‘C’ berada di belakang kantor Polsek Sei Bingei, selanjutnya insial MG juga  menguasai tambang galian ‘C’ di Dusun Lau Salak, Desa Mekar Jaya serta inisial PI telah melakoni tambang galian ‘C’ milik nya di Dusun Tanjung Putri, Desa Namukur Utara.

Sementara itu sjumlah mafiah galian C illegal yang melakukan kegiatan telah merusak lingkungan untuk mendapatkan keuntungan dan memperkaya diri pribadi yang konon hingga kini pengoprasian tersebut kian marak terjadi di Kecamatan Sei Bingai, sedangkan aparat pemerintahan maupun penegak Hukum hingga kini tetap melakukan pembiaran dalam praktik melanggar Hukum tersebut selama ini.

Padahal keterangan yang dijelaskan oleh Camat Sei Bingai yang menyebutkan bahwa sejumlah penambangan galian ‘C’ tidak ada memiliki perijinan yang benar dari Pemerintahan, namun hingga kini bisnis melanggar Hukum itu tetap berjalan mulus dan terduga kuat praktik ilegal adanya kerja sama yang baik antara pihak penguasa di Kecamatan Sei Bingai bersama pihak Kepolisian setempat.

Sedangkan dengan dilakukan nya pembiaran selama ini dalam praktek penambangan galian C di Sei Bingai para mafia tersebut merasa kebal Hukum dan seakan sulit disentuh untuk dilakukan penertipan.

Sementara itu aparat terkait dari Mapolda-Su bahkan pernah melakukan razia hingga melakukan penangkapan kepada para pelaku bersama barang bukti alat berat beko di lokasi sejumlah penambangan galian C illegal, namun hanya beberapa bulan saja, selanjut nya para mafia kembali melakukan aktifitas penambangan  dan kian marak dan tak mampu diberantas.

Saat BN melakukan infestigasi dilapangan persisnya di lokasi tambang galian C yang disebut-sebut milik seorang Oknum perwira yang berada di belakang Mapolsek Sei Bingai menegah yang bertugas di Mabes Polri berinisial R yang konon sekaligus disebut-sebut juga membekab sejumlah lokasi penambangan galian C di Kec Sei Bingai, terlihat pekerja nya dengan leluasa melakukan aktifitas yang melakukan pelanggaran hukum.

Keterangan yang diperoleh Reportasi dari Warga di Kec Sei Bingai bermarga Tarigan menyebutkan ,”bahwa dari keterangan Camat kalau memang pengusaha galian C tidak memiliki ijin seharus nya ditutup, dan jangan buang badan begitu saja, sebab Asmawati selaku Camat di Kec Sei Bingai merupakan pejabat yang paling bertanggung jawab atas pengoprasian usaha yang tidak memiliki perijinan, Katanya.

Ditambahkan Tarigan lagi ,”Pemerintah khususn nya di Kecamatan seharus nya melakukan penindakan, sedangkan pihak terkait itu harus melakukan edukasi masyarakat soal penambang terkait bahaya dan tata cara yang benar jika tambag tersebut dilegalkan, dan yang harus dilakukan adalah pelegalan kawasan tambang rakyat yang benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat.
Dan perbuatan yang diyakini melanggar hukum ini sudah terjadi, maka yang diperlukan segera diambil ketegasan oleh aparat penegak Hukum  untuk menyikapinya, dan aparat terkait harus mampu melihat mana  yang diperbolehkan atau tidak, sebab dari kegiatan ilegal itu beberapa wilayah telah mengalami kerusakan akibat penamangan galian‘C’di Kabupaten Langkat, khusus nya di Kecamatan Sei Bingai.

Akibat pengoprasian dari penambangan galian C illegal selama ini oleh sejumlah mafia, tentunya membawa dampak ekologi dan sosial bagai masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut, namun yang lebih parah nya lagi, bahwa Pemerintah setempat malah tidak bisa berbuat banyak terhadap penambangan galian C illegal hingga selama ini tetap melakukan pembiaran, ada apa dengan ini semua ? Ungkap Tarigan heran.

Sedangkan dengan adanya kegiatan pengoprasian dari usaha penambangan galian C illegal selama ini oleh sejumlah mafia di Kecamatan Sei Bingai Kab Langkat, Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu terlihat hanya bisa tutup mata.

Dengan maraknya usaha penambangan galian C ilegal di wilayah Kec Sei mulai berdampak dan telah merembet merusak lingkungan, dan Kita selaku masyarakat berharap kepada pihak penegak Hukum dari Polda Sumatara Utara untuk segera bertindak tegas dan mengambil sikap menagkap para pelaku nya serta menyita alat berat jenis Beko yang beroprasi sebagai alat pengkeruk matrial dari aliran sungai Bingai.

Sebab kita menilai penegakan hukum maupun penegakan peraturan di Kec Sei Bingai bahwa pihak aparat pemerintah di Kecamatan bersama aparat Kepolisian di jajaran Mapolres Binjai khusus nya di Mapolsek Kec Sei Bingai sudah terkontaminasi dan bersinegi untuk berkolaborasi dengan permainan haram, sehingga hukum tersebut tidak berjalan selama ini terkait galian dengan kegiatan galian C yang selama ini dilakukan oleh para Mafia sengaja dilakukan pembiaran, pungkas Tarigan.(Sant).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *