Dinkes Tetap Berlakukan Vaksin Rubella

MEDAN  | Bongkarnews.com- Kendati kelayakan  campak-rubella alias vaksin Measles Rubella (MR) masih diragukan, bahkan beberapa anak mengalami sakit bahkan lumpuh. Namun hingga saat ini pemberian vaksin terhadap murid sekolah belum juga dihentikan.

Selain itu, vaksin ini juga mengandung babi dan sudah difatwakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Permasalahan ini diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Medan, Rajuddin Sagala dalam Rapat Dengar Pendapat  (RDP) dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumut dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan di DPRD Medan, Kamis (6/9/2018).

“Apakah sudah diuji kelayakan kesehatan vaksin MR ini? Jika memang ada, kenapa masih ada juga korban yang mengalami sakit bahkan cacat setelah divaksin?”tanya Rajuddin.

Dr Mimi memaparkan, dari dulu sudah ada pemberian vaksin dan namanya vaksin campak. Namun sekarang dipadu menjadi vaksin campak dan rubella.penyakit campak dan rubella tidak ada obatnya bila sudah terjangkit. Oleh karena itu imunisasi MR harus dilakukan meskipun status kehalalannya masih diperdebatkan.

“Penyakit campak dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Ini juga berpengaruh pada janin. Dampak dari ibu hamil (bumil) yang tidak vaksin, bayi yang lahir akan cacat dengan ketulian, kebutaan, jantung yang bocor,” ujar dr Mimi seraya menyebutkan vaksin MR ini berasal dari India.

Pihak BBPOM menambahkan, MUI sebelumnya menyatakan vaksin rubella dalam syariat Islam hukumnya mubah. Namun belakangan MUI memfatwakan haram karena mengandung babi. “Tapi itu kan fatwa MUI, kalau dari BBPOM vaksin ini dinyatakan aman sesuai standar WHO dan memiliki izin edar,” kata perwakilan BBPOM.(ft)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *