Diduga Geuchik Tidak Transparan, Masyarakat Datangi Muspika

ACEH UTARA | Bongkarnews.com – Masyarakat desa Mantang Linya, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Senin (4/2) mendatangi kantor camat setempat. Kedatangan mereka terkait pengololaan dana desa yang selama ini tidak transparan penggunaannya oleh Geuchik desa Mantang Linya.

Zakaria Tim Pengolola Kegiatan (TPK) desa Matang Linya saat dikonfirmasi oleh media ini mengatakan kedatangan masyarakat ke kantor camat terkait desanya, selama ini geuchik kami dalam pengelolaan dana desa yang bersumber dari APBN tahun 2018 tidak transparan. Dan saya selaku TPK tidak difungsikan alias formalitas, semua kegiatan 2018 dikelola sendiri oleh geuchik.

Anehnya,semua dana desa tahun 2018 diambil oleh geuchik dan tidak ada sama bendahara, begitu dana desa ditarik, geuchik langsung memintanya pada bendahara. Beber Zakaria.

“Apa yang dikerjakan oleh geuchik saya tidak tau, sedangkan saya ditunjuk oleh kepala desa selaku TPK dan saya tidak di fungsikan” Kesalnya

Samsul Bahri tokoh masyarakat desa Mantang Linya saat dimintai keterangan oleh media ini mengatakan tujuan masyarakat datangi kantor camat meminta agar geuchik yang ada didesanya harus di PJ kan.

“Banyak hal tentang pengolola dana desa tahun 2018 tidak terealisasi seperti pembangunan, diantaranya rumah dhuafa 2 unit yang satu baru selesai sekitar 30 % dan yang satu lagi tinggal finishing, kemungkinan rumah tersebut akan terbengkalai.” Ujarnya Samsul

Lanjutnya Samsul lagi ada item lainnya yang belum selesai dikerjakan oleh geuchik seperti MCK, sarana air bersih, alat PKK.

Anehnya banyak dana yang belum terealisasi pada tahun 2018 sedangkan dana sudah dicairkan oleh pemerintah kesemua desa di Aceh Utara. Kenapa desa kami belum dibayar seperti jerih guru pengajian, kepemudaan, majelis taklim, posyandu dan bidang pemberdayaan lainnya, sebut Samsul.

Samsul menambahkan, dimana yang sangat fatal adalah dalam penetapan tuha peut, tuha peut yang terpelih secara Demokrasi tidak diajukan untuk di SK kan oleh bupati. Tuha peut yang di SK kan oleh bupati tuha peut yang direkrut sendiri oleh kepala desa, dan ada yang terpilih secara Demokrasi 2 orang cuma yang diajukan, sedangkan yang 5 orang tidak di ajukan untuk di SK kan oleh bupati.

Saifuddin Geuchik desa Matang Linya saat dimintai tanggapannya oleh media ini lewat seluler (5/2) mengatakan itu tidak benar apa yang disampaikan oleh masyarakat saya ke muspika dan masyarakat saya tidak sabar dan terkait dana desa tahun 2018 memang betul ada beberapa item belum siap, diwaktu dekat ini akan saya selesaikan. Imbuh Geuchik.

Saat disinggung oleh media ini terkait “tuha peut” desa Matang Linya Saifuddin mengatakan memang betul ada pemilhan tuha peut di Menasah (surau) sebanyak 7 orang yang terpilih, begitu sudah pemilihan tau – tau ada 3 orang yang tidak memenuhi syarat. Ujarnya

“Dan saya melakukan koordinasi dengan pihak kantor camat Baktiya melalui Pak Razali, dan Pak Razali bilang sama saya coba lihat warga yang ada ijazah biar kita ganti untuk tuha peut yang tidak memenuhi persyaratan.” Pungkasnya Saifuddin. ( SF ).

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas