Dendam Istri Muda Bacok Istri Pertama Hingga Tewas

Bireuen | BN – Dendam membara yang melanda Herawati binti Sulaman tega membunuh madunya, Darwati binti Saleh (26)  di Kebun suaminya, di Desa Gampong  Pulo Panyang, Kecamatan Peusangan Selatan,  Kabupaten Bireuen, Minggu (27/8) malam.

Kasus pembunuhan itu sudah ditangani aparat Reskrim Polres Bireuen yang sebelumnya melakukan penangkapan terhadap Darwati Binti Sulaiman yang diduga telah  melakukan penganiyaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia. Korban mernghembuskan nafas yang terakhir ketika dirujuk ke UGD ke RS Fauziah Bireuen, setelah sebelumnya mendapat pertolongan pertama di puskesmas terdekat di kecamatan itu

Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto, SE, SH yang didampingi Kasat Reskrim Rizki Adrian mengatakan kejadian tersebut bermotif dendam, karena korban, Darwati  merupakan istri pertama dari saksi Rusli Ibrahim (45) dan pelaku adalah Herawati yang juga istri keduanya.Korban meninggal dunia setelah dibecok dengan parang di kebun suminya di Desa paloh Panyang, Kecamatan Peusangan Selatan. Sedangkan tersangka   ditangkap di rumahnya di Gampong Buket Sudan, Kecamatan Pesangan Siblah Krueng.

Dikatakan, menyangkut peranan saksi. Rusli bin Ibrahim (41), yang merupakan suami dari korban sekaligus suami dari tersangka, yang saat ini sedang dilakukan pendalaman atas ada, tidaknya keterlibatan saksi dalam kasus tersebut.

Diungkapnya Kapolres Bireuen atas kejadian tersebut yang bermotif dendam, tersanka dalam hal ini,  dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP, penganiayan berat yang menyebakan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Kronologis kejadian berawal, ketika terjadi perselisihan paham antara korban, Darwati dengan tersangka, Herawati di kebun suaminya di Desa Pa;ouh Panyang, sekitatr Pukul 17.30 WIB. Saat terjadinmya keributan itu, tesangka sedang menemani suaminya memotong rumput. Lalu,   datang korban menghampiri tersangka dengan maksud ingin bertemu dengan
suaminya untuk meminta uang, sehingga saat itu terjadi cekcok antara korban dengan tersangka. Mungkin sudah dendam lama, maka dipuaskan dengan dengan ayunan parang ke arah korban, sehingga korban mengalami luka di bagian kepala.

Saat itu korban masih sempat berteriak  minta tolong kepada warga setempat yang kebetulan berada tidak jauh dari TKP dan kemudian memberithukan memberitahukan hal tersebut kepada suaminya, bahwa istrinya pertamanya mengalami luka di bagian kepala. Kemudian suaminya  kembali lagi lagi ke kebun untuk menjemput korban dan membawanya ke puskesmas terdekat sebelum korban dirujuk ke RSUD dr Fauziah Bireuen, tapi nyawa, Darwati tidak  tertolong lagi dan menghembuskan nafas terakhir si rumah sakit kebanggaan masyarakat Bireuen.(Maimun Mirdaz)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *